Jumat, 20 Juni 2014

TUHAN PERLINDUNGANKU Mazmur 55:9

Ketika aku masih kecil, keluargaku mencari perlindungan di ruang bawah tanah saat angin tornado mendekati daerah kami. Ruang bawah tanah itu adalah lubang di belakang rumah kami dan papan kayu menahan dinding tanahnya agar tidak longsor. Pintu masuknya sejajar dengan permukaan tanah. Bila pintu di buka, terlihatlah tiga anak tangga dari semen. Pada malam hari keluargaku sering berkumpul sering berkumpul di sana, di samping stoples sayuran dan kotak kentang. Kami kadang menunggu dalam gelap selama berjam-jam sampai terbebas dari petir yang berbahaya, angin dan hujan. Sebuah tempat persembunyian yang kuat mutlak diperlukan untuk bisa selamat ketika tornado mengamuk.

 














"Tempat persembunyian" sangat penting selama badai hidup lainnya: penyakit mematikan, anak-anak bandel, keuangan merosot, dan konflik tiada berakhir. Pada saat itulah, rasa takut yang berbahaya dan melemahkan bisa berkecamuk di dalam hati dan pikiran kita.


Dalam Mazmur 37:2, pemazmur menyebut Allah sebagai "tempat persembunyianku," mengingatkan kita bahwa Allah sendiri adalah tempat perlindungan rohani dan emosional kita. Saat takut menyela hidup dan mendorong kita untuk bersembunyi dalam keputusasaan yang gelap, Allah akan menghibur, menguatkan, dan menenangkan jiwa kita. Kadang dia menyingkir keraguan dan ketakutan kita sat menunggu, berdoa, dan mencari wajahNya.


Doa: Ya Tuhan, terima kasih karena kami terbebas dari ketakutan dengan keberanian yang Engkau sediakan saat kami berlindung padaMu. Amin.


Doa Syafaat: Mereka yang di kalahkan oleh perasaan takut.

Pokok Pikiran: Aku bisa berdoa dan memercayai janji Allah saat takut.


Rabu, 28 Mei 2014

MENDERITA KARENA KEBENARAN PASTI BAHAGIA 1 PETRUS 3:13-22

Berjuang dengan iman membutuhkan ketekunan dan ketaatan. Namun haruslah kita sadar bahwa itu sarat dengan tantangan, pergumulan, dan penderitaan. Mengikut Yesus berarti harus siap menerima kenyataan ditolak, dihina, diludahi, difitnah, dan dikhianati, sebagaimana yang Yesus telah mengalaminya. Konsep menderita karena kebenaran berita injil Kristus adalahlandasan untuk menikmati kebahagiaan yang sejati. Yesus Kristus berkata, " Akulah jalan kebenaran dan hidup, tidak ada seorang pun yang sampai kepada Bapa kalau tidak melalui Aku" (Yohanes 14 :6). Yesus adalah kebenaran dan hidup tapi sungguh ironis harus mengalami penderitaan: lahir dikandang yang hina, ditolak dalam pergaulan masyarakat Nazaret, dijual dan dikhianati oleh muridNya, diperlakukan secara tidak adil oleh Pilatus dan klimaksnya harus disalib diantara para penjahat. Sungguh tragis dan menyedihkan perlakuan yang tidak pantas harus diterima dan dialami oleh Yesus. dan tanpa sadar kadang kala kita mulai menerima perlakuan yang tidak wajar dan tidak pantas oleh sesama manusia; baik dalam hubungan dengan keluarga, jemaat, dan masyarakat. Demonstrasi yang sering terjadi dimana-mana adalah bentuk pengungkapan jeritan hati yang menderita karena berbagai hal yang terjadi.

Dalam bacaan Alkitab kita saat ini di ungkapkan," Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat. Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah" (ayat 17-18). Segala penderitaan yang dialami oleh orang Kristen bila diahami sebagai proses pemurnian iman akan memberikan memberikan sukacita sorgawi. Tidak ada keberhasilan tanpa menghadapi perjuangan yang berat. Demikian pula dalam kehidupan orang percaya pergumulan dan penderitaan hidup akan membuat kita semakin mendekatkan diri dan berharap penuh pada pengasihan Allah. Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya. ( 1 Korintus: 10:13 ).

Karena itu saudaraku, selama masih ada kesempatan hidup, teruslah berjuang mempertahankan iman dalam kebenaran yang sejati yaitu yesus Kristus, berusaha menggapai impian dan harapan , serta menjaga kekudusan persekutuan hidup selaku orang beriman. Orang yang sabar dan tabah menderita dalam kebenaran akan menikmati kebahagiaan yang dijanjikan. Segala air mata penderitaan akan dihapusnya diganti sukacita dan kebahagiaan yang kekal dan abadi. Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari tahta itu berkata:"Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umatNya dan Ia akan menjadi Allah mereka. Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu." (Wahyu 21: 3-4 ).



Sabtu, 17 Mei 2014

KELEMAHAN = KEKUATAN?


... Aku senang dan rela di dalam kelemahan ... oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat. - 2 Kor. 12:10 

     Dalam wawancara kerja, aku selalu di minta untuk menceritakan kekuatanku. Suatu hari, saat menyiapkan wawancara, aku menyadari bahwa aku lebih tepat ditanya perihal kelemahanku. Sebagai seorang Kristen, aku lebih kuat saat aku di titik terlemahku karena Kristus menguatkanku. Pada saat itu, aku lebih bersedia untuk tunduk pada kehendak-Nya daripada mengandalkan kekuatan dan pengetahuanku.
 
     Aku telah belajar bahwa aku dapat melihat saat itu berbagai kesempatan untuk mengenali dan menghadapi kelemahanku sehingga Kristus dapat menguatkanku. Saat harga diriku rendah, aku mungkin tergoda untuk menjatuhkan orang lain supaya aku dapat menyembunyikan perasaan tak aman dalam diriku. Sebaliknya, aku dapat mengingat akan kasih Kristus, yang mengubah kerangka pikirku sehingga aku merasa aman. Jika aku merasa benci atau marah, maka daripada mengikuti kemarahanku itu, aku bisa membuka hatiku untuk cinta Kristus yang tanpa syarat, yang menggantikan kebencian dan kepahitan itu. Hal ini berlaku untuk tiap emosi yang kita alami sebagai kelemahan - termasuk kecemasan, rasa takut, frustasi.

     Ajaran Paulus dalam bagian ini mungkin seolah-olah bertentangan dengan intuisi - bahwa kita sangat lemah - tetapi ajaran itu benar. Kita tidak memiliki kekuatan dalam kuasa atau pengetahuan kita sendiri, tetapi ketika kita menyerahkan masalah kita kepada Kristus dan Percaya kepada-Nya, Kristus akan menguatkan kita.
Doa: Ya Tuhan Yesus, kami percaya kepada-Mu supaya Engkau dapat mengubah kelemahan kami      dengan kekutan-Mu. Amin.
Doa Syafaat: Mereka yang sedang mencari pekerjaan.
Pokok Pikiran: dengan Kristus, aku menjadi sangat kuat saat aku lemah.