Jumat, 20 Juni 2014

TUHAN PERLINDUNGANKU Mazmur 55:9

Ketika aku masih kecil, keluargaku mencari perlindungan di ruang bawah tanah saat angin tornado mendekati daerah kami. Ruang bawah tanah itu adalah lubang di belakang rumah kami dan papan kayu menahan dinding tanahnya agar tidak longsor. Pintu masuknya sejajar dengan permukaan tanah. Bila pintu di buka, terlihatlah tiga anak tangga dari semen. Pada malam hari keluargaku sering berkumpul sering berkumpul di sana, di samping stoples sayuran dan kotak kentang. Kami kadang menunggu dalam gelap selama berjam-jam sampai terbebas dari petir yang berbahaya, angin dan hujan. Sebuah tempat persembunyian yang kuat mutlak diperlukan untuk bisa selamat ketika tornado mengamuk.

 














"Tempat persembunyian" sangat penting selama badai hidup lainnya: penyakit mematikan, anak-anak bandel, keuangan merosot, dan konflik tiada berakhir. Pada saat itulah, rasa takut yang berbahaya dan melemahkan bisa berkecamuk di dalam hati dan pikiran kita.


Dalam Mazmur 37:2, pemazmur menyebut Allah sebagai "tempat persembunyianku," mengingatkan kita bahwa Allah sendiri adalah tempat perlindungan rohani dan emosional kita. Saat takut menyela hidup dan mendorong kita untuk bersembunyi dalam keputusasaan yang gelap, Allah akan menghibur, menguatkan, dan menenangkan jiwa kita. Kadang dia menyingkir keraguan dan ketakutan kita sat menunggu, berdoa, dan mencari wajahNya.


Doa: Ya Tuhan, terima kasih karena kami terbebas dari ketakutan dengan keberanian yang Engkau sediakan saat kami berlindung padaMu. Amin.


Doa Syafaat: Mereka yang di kalahkan oleh perasaan takut.

Pokok Pikiran: Aku bisa berdoa dan memercayai janji Allah saat takut.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar