Sabtu, 21 Agustus 2010

MODEM HUAWEi E181 HSUPA & 7.2Mbps HSDPA SUPER KEREN 100% MULUS & LENGKAP

Hallooo,

Guys, Neh Gua Mau Jual USB Stick Modem Merk Huawei Tipe E181 HSUPA & 7.2Mbps HSDPA. Modem Ini Paling Kenceng Speednya Dan Paling Stabil Dalam Penerimaan Sinyal 3,5G/HSDPA & HSUPA Dan Merupakan USB Stick Modem Seri E Tertinggi Di Kelasnya Dari Huawei. USB Stick Modem Huawei E181 Ini Sangat Cocok Sekali Bagi Eksekutif Muda, Pelajar Dan Mahasiswa Yang Selalu Ingin Terkoneksi Ke Internet Karena Penerimaan Sinyalnya Yang Sangat Stabil Sekali.

USB Stick Modem Huawei E181 Ini Keseluruhan Overall Bodynya 100% Mulusss Abiesss Juragan Like New (Seperti Baru) & Kondisi Kinerjanya 100% Normal Dan Berjalan Lancar Abiessss Gan Bisa DiBuktikan Pada Saat COD Nanti Bagi Yang Berjodoh Membeli Modem Ini.

Keunikan Dari USB Stick Modem Huawei E181 Ini Adalah Terletak Pada Penempatan Posisi USB-nya Pada Port USB Laptop Atau PC/Komputer Yang Bisa Diatur Derajat Kemiringannya Baik Dengan Model Kemiringan Vertikal Maupun Dengan Model Kemiringan Horizontal Pokoknya Dijamin Lain Daripada Yang Lain Dech USB Stick Modem Huawei E181 Ini.

Oh Iya, USB Stick Modem Huawei E181 Ini Sudah Full Unlock Semuanya Alias Bisa Dipake Oleh Semua Jenis Kartu SimCard Internet GSM Dari Semua Operator Jadi Tinggal Pake Aja Plug 'n Play Juragan.

USB Stick Modem Huawei E181 Ini Bisa Berjalan Dan Bekerja Pada System Operasi Windows 7 (Seven) Terbaru, Windows XP, Windows Vista, Dan Windows 2000, Serta Mac OS. Jadi Semakin Mantap Juragan.


*Berikut Ini Adalah Fitur & Spesifikasi Lengkap Dari USB Stick Modem Huawei E181:

This image has been resized. Click this bar to view the full image. The original image is sized 640x480.



*ALASAN JUAL:

Alasan Jual USB Stick Modem Merk Huawei Tipe E181 HSUPA & 7.2Mbps HSDPA Ini Adalah, Karena Gua Baru Beli Wireless Modem MiFi 3 Makanya USB Stick Modem Huawei E181 Ini Mau Gua Jual Karena Ada 2 Modem Juragan.


*HARGA (USB Stick Modem Merk Huawei Tipe E181 HSUPA & 7.2Mbps HSDPA):

Rp525.000,- RIBU NEGO ( Dan Tentu Saja Masih Bisa Nego Juragan )

NB: "Negonya Yang Wajar Ya Juragan "

SILAHKAN CALL & SMS GUA LANGSUNG DINOMOR HP GUA DIBAWAH INI & FOR SERIOUS BUYER ONLY.


Terimakasih

RGDS


Otto
HP GSM : 085719208755
HP ESIA : 021-99283639

Lokasi : Jakarta Utara (Tanjung Priok).

ON TERUSSS Guys 1 x 24 Jam Non Stop Silahkan Hubungin Gua Yang Berminat Serius Ya .

COD Jakarta Only Dan Sekitarnya (Daerah/Wilayah DKI Jakarta Yang Gua Tahu Aja Guys )

Kamis, 01 Juli 2010

bUat kamu-kamu yg qu syg...^^

Tuhan memang gak selalu memberi yang kita minta..
tapi Dia selalu memberi yang kita butuhin_


Tuhan memberi cobaan agar kita kuat,
Tuhan memberi kasih sayang agar kita tahu betap berharganya kita,
Tuhan memberi duka agar kita bisa dihibur,
Tuhan memberi karunia agar kita mensyukurinya,
Tuhan memberi air mata agar ada yang dapat menghapusnya dari pipi kita,
Tuhan memberi talenta agar kita dapat mengembangkankan,
Tuhan memberi malapetaka agar kita merasakan semua hal,
Tuhan memberi cinta agar kita dapat menjaganya,
Tuhan memberi bencana agar kita dapat menanggulanginya,
Tuhan memberi ilmu agar kita dapat mempelajarinya,
Tuhan memberi rasa kehilangan agar kita tahu dan menghargai makna pertemuan,

Tuhan bahkan memberikan dunia ini pada kita agar kita dapat menaklukannya...



Bukankah itu semua yang terbaik untuk kita dari Tuhan yang sangat baik..

Jadi tetap lah berjuang...
tetap berharap kepadaNya...
dan pilih lah ap yg mnjadi pilihan mu...
sblm kamu kehilangan pilihan itu...

n_n..^^

Rabu, 03 Februari 2010

TUGAS MANDIRI PENGANTAR MANAGEMENT

Nama : Otto Bernando
NIM :224309088
Kelas :S1-MTL B
TUGAS MANDIRI PENGANTAR MANAJEMEN

TUGAS MANDIRI
PENGANTAR MANAJEMEN


STMT TRISAKTI
DI SUSUN OLEH
OTTO BERNANDO
224309088

S1, MTL B
Manajemen Transportasi Laut
Sarinah S.Sos, MM
2009/2010



DAFTAR ISI
DAFTAR ISI……………………………………………………………………. 2
KATA PENGANTAR…………………………………………………………... 3
BAB 1 PENDAHULUAN……………………………………………………... 4
LATAR BELAKANG………………………………………………….. 5-7
PERUMUSAN MASALAH…………………………………………… 6-7
TUJUAN PERUSAHAAN……………………………………………. 7
BAB 2 PEMBAHASAN………………………...…………………………… 8-9
KEBAIKAN DAN KEBURUKAN…………………………………… 9-10
SOLUSI………………………………………………………………. 10
GAMBAR STRUKTUR ORGANISASI ……………………………... 11
DESKRIPSI JABATAN ……………………………………………... 12-15
DESKRIPSI WEWENANG…………………………………………… 15
BAB 3 KESIMPULAN……………………………………………………… 16
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………….. 17







Kata Pengantar
Pertama-tama saya ingin memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan bimbingan dan rahmat-Nya kepada saya sehingga makalah tersebut dapat saya selesaikan.
Dalam pembuatan makalah ini,saya buat bersama-sama. Dalam kesempatan ini, saya secara khusus ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Ibu Sarinah S.Sos atas pengajaran dan karya yang telah di berikannya untuk membantu saya para mahsiswa dan mahasiswi Sekolah Tinggi Manajemen Transpor (STMT) TRISAKTI serta pembaca lainnya dapat mengetahui permasalahn yang ada dalam makalah tersebut.
Pada kesempatan ini kami juga ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada teman sekalian,atas partisipasinya dalam membantu kami dalam menyelesaikan tugas makalah ini.
Kami juga menyadari keterbatasan-keterbatasan dalam penyusunan makalah ini. Oleh karena itu, kami sangat menghargai tanggapan-tanggapan dan saran-saran serta kritik-kritik membangun dari para pembaca untuk perbaikan dan penyempurnaan makalah ini.

Jakarta, 18 January 2010

Penulis


BAB 1
PENDAHULUAN
suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan. Struktur Organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana hubungan aktivitas dan fungsi dibatasi. Dalam struktur organisasi yang baik harus menjelaskan hubungan wewenang siapa melapor kepada siapa.
Struktur organisasi sebuah perusahaan dapat diilustrasikan dalam suatu bagan organisasi, yang menunjukan interaksi diantara posisi-posisi jabatan. Bagan ini menunjukan rantai komando (chain of command) yaitu mengidentifikasikan posisi-posisi jabatan dimana masing-masing jenis karyawan harus memberikan laporannya. Rantai komando juga menunjukan siapa yang bertanggung jawab atas beragam aktifitas. Karena karyawan sering menemukan masalah yang membutuhkan komunikasi dengan divisi-divisi lain, mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas setiap jenis pekerjaan akan sangat membantu.
Presiden sebagai direktur utama memiliki tanggung jawab tertinggi atas keberhasilan perusahaan. Direktur bertugas mengoordinasikan seluruh divisi dan memberikan arah bagi bisnis perusahaan. Rantai komando dapat digunakan untuk memastikan bahwa para manager telah membuat keputusan yang akan memaksimalkan nilai perusahaan dan bukan memenuhi kepentingan mereka sendiri.
Bentuk-bentuk organisasi bermacam-macam, yaitu : Organisasi Garis, Garis dan Staff, Fungsional, Panitia. Perusahaan yang berbeda akan mengunakan struktur organisasi yang berbeda pula. Struktur organisasi tertentu yang digunakan sebuah perusahaan dapat dipengaruhi oleh karakteristik-karakteristik tertentu dari bisnisnya dan dapat memengaruhi kinerja perusahaan. Struktur organisasi dapat bervariasi diantara bermacam perusahaan menurut : Rentang kendalinya, ketinggian organisasional, penggunaan posisi lini versus posisi staff.

LATAR BELAKANG TERBENTUK PT. PERTAMINA
• Sebelumnya bernama PT. Pertajaya Lubrindo dengan bidang usaha Pelumas, berdiri sejak 17 Juni 1997.
• Sejak 1 September 2005 berganti nama menjadi PT. Pertamina Retail dengan bidang usaha SPBU
• PT. Pertamina Retail mengelola / mengoperasikan SPBU terhitung mulai bulan Maret 2006.
• Merupakan salah satu tema fundamental program transformasi Pertamina dan sejalan dengan prinsip “Clean” yang merupakan bagian aspirasi transformasi 4C :
- Confident (percaya diri)
- Clean (bersih)
- Customer Focused (fokus kepada pelanggan)
- Competitive (berdaya saing)
• Tuntutan eksternal untuk terciptanya bisnis yang transparan dan bersih
o Usaha pemerintah untuk memberantas KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme)
o dKesadaran masyarakat akan pentingnya bisnis yang transparan dan bersih.
o Penanganan kasus-kasus korupsi yang semakin intensif (nasional dan internasional).
o Bisnis yang bersih akan meningkatkan daya saing dan kepercayaan stakeholder.
Konvensi PBB mengenai Pemberantasan Korupsi ; 140 negara telah menandatangani dan 48 negara telah meratifikasi.
B. Perumusan Masalah

1. Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan pada latar belakang masalah maka dapat dirumuskan masalah yang akan diangkat dalam penulisan ini adalah sebagai berikut :
a) Dampak yang terjadi jika reefer container mengalami kerusakan;
b) Jumlah penggunaan reefer container pada PT. PELNI;
c) Biaya penggunaan reefer container pada PT. PELNI;
d) Jenis produk yang diangkut dengan menggunakan reefer container;
e) Jumlah produk yang diangkut dengan menggunakan reefer container.

2. Pembatasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah tersebut, maka penulis membatasi masalah hanya pada Reefer Containerized pada 10 kapal penumpang selama tahun 2009.

3. Pokok Masalah
Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan pada latar belakang masalah maka dapat dirumuskan masalah yang akan diangkat dalam penulisan ini adalah sebagai berikut :
a) Bagaimana persiapan sebelum reefer container digunakan ?
b) Bagaimana cara penggunaan reefer container pada PT. PELNI ?
c) Hambatan – hambatan apa sajakah yang dihadapi sehubungan dengan penggunaan reefer container ?
d) Bagaimana analisa peranan reefer container dalam menjamin keutuhan produk ?

TUJUAN PERUSAHAAN
• Meningkatkan nilai perusahaan melalui kegiatan pengelolaan SPBU Pertamina dan kerja sama SPBU serta pengembangan-pengembangan usaha retail lainnya secara profesional dengan memperhatikan kaidah-kaidah bisnis yang berlaku.
• Mewujudkan tanggung jawab perusahaan kepada stakeholder yang ditandai dengan meningkatnya deviden yang diberikan dari realisasi rencana-rencana usaha.
• Memberikan image stakeholder yang baik di mata masyarakat konsumen melalui kualitas pelayanan dan produk.
• Memberikan pelayanan berkualitas melalui Sistem Informasi Manajemen dan Efektivitas Implementasinya dalam menciptakan nilai tambah berupa informasi yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh pihak yang berkepentingan kepada Perusahaan.
• Meningkatkan produktivitas dan komitmen personil yang dapat diukur melalui Kinerja Keuangan, Kinerja Operasional, dan Kinerja Administrasi.





BAB II
PEMBAHASAN

Struktur Organisasi PT. Pertamina
Bentuk struktur organisasi yang digunakan oleh PT. Pertamina Segara mengunakan struktur organisasi Garis dan Staff. Bentuk organisasi ini biasanya dipakai oleh organisasi yang besar, kompleks, daerah kerjanya luas, dan jumlah karyawannya cukup banyak. Dalam organisai jenis ini hampir sama dengan struktur organisasi garis, hanya didalamnya tuga-tugas seorang pimpinan memerlukan bantuan staff ahli yang adalah orang ahli dalam bidang tertentu sebagai penasehat yang memberikan konsultasi mengenai kebijaksanaan dan langkah tertentu atau staff ahli yang berfungsi sebagai pembantu pimpinan perusahaan dalam manajemen, dan staff ahli tidak memiliki kekuasaan dalam pemberian perintah.
Organisasi jenis ini merupakan kombinasi yang diambil dari keuntungan-keuntungan adanya pengawasan secara langsung dan spesialisasi dalam perusahaan. Kepala bagian pemasaran bertanggung jawab dan bertugas atas kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran, termasuk penjualan barang kepada konsumen dan pemakai industri. Untuk melaksanakan tanggung jawabnya, ia dapat mendelegasikan kekuasaan pada manager penjualan umum terus kebawah sampai pada karyawan penjulan. Hubungan antara pimpinan dengan bawahan langsung seperti ini dinamakan Hubungan Garis.
Struktur organisasi bertujuan untuk membantu dalam pengaturan dan
pengarahan segala aktifitas serta strategi yang dilakukan dalam usaha organisasi untuk mencapai tujuan perusahaan. Sehingga diharapkan aktifitas-aktifitas tersebut dapat terorganisir dengan baik dan konsisten sesuai dengan tujuan dan sasaran perusahaan.
Setiap badan usaha pasti memerlukan struktur organisasi yang baik agar system mekanisme lalulintas perusahaan menjadi jelas dan dapat berjalan dengan lancar. Struktur organisasi PT. Pertamina dapat dilihat pada gambar berikut ini.


Kebaikannya:
 Pimpinan lebih leluasa dalam memberikan saran terhadap tugas-tugas di luar bagiannya.
 Staff dapat membantu untuk mengatasi berbagai persoalan sehingga akan memperingan pekerjaan dan efisiensi kerja.
 Staff dapat mendidik para petugas.
 Adanya kesatuan dalam pimpinan sehingga menciptakan aliran kekuasaan dengan jelas.
 Keputusan yang di ambil akan lebih cepat dan baik dengan adanya staff ahli.
 Penempatan karyawan dapat dilakukan dengan lebih cepat.
 Hanya ada satu pimpinan atau komando yang ditaati.
 Prinsip the right man in the right place lebih mudah dilaksanakan.
 Spesialisasi yang beranekragam diperlukan dan dipergunakan secara maksimal
Keburukannya:
 Hubungan antara atasan dengan para bawahan tidak bersifat langsung. Pimpinan dan para karyawan tidak semuanya saling kenal-mengenal.
 Pimpinan lini sering mengabaikan nasehat atau saran dari staf.
 Pimpinan staf sering mengabaikan gagasan-gagasan yang dikemukakan oleh pimpinan lini.
 Adanya kemungkinan pimpinan staff melampaui’batas kewenangannya.
 Perintah lini dan perintah staff sering membingungkan anggota organisasi karena kedua jenis hirarki sering tidak seirama dalam memandang sesuatu.
 Karyawan jadi lebih percaya kepada staff dari pada pimpinannya
 Koordinasi pekerjaan agak sulit diadakan kerena susunan yang lebih besar.

Solusinya:
Sebaiknya perusahaan yang mengunakan tipe struktur organisasi ini lebih menitik beratkan pada membina komunikasi yang baik sehingga memudahkan pengawasan pekerjaan serta mengoordinasikan setiap pekerjaan dari setiap departemen dan bukan hanya bekerja sendiri dalam menangani bagian tugasnya di divisinya masing-masing serta bekerja bersama-sama dan menyatukan misi serta visi perusahaan dalam mencapai tujuan yang efektif dan efisien.
STRUKTUR ORGANISASI PT. PERTAMINA RETAIL
Deskripsi Jabatan:
Setiap bagan dari struktur organisasi mempunyai tanggung jawab dan tugasnya masing-masing, yang harus dikerjakan dengan penuh tanggung jawab sehingga perusahaan dapat berkembang dengan baik.
Derajat kewenangan dan tanggung jawab yang berbeda dalam suatu organisasi ditunjukan sebagai berikut:
1. Direktur Utama
Bertanggung jawab untuk terus mengembangkan PT.Pertamina, bertugas untuk memimpin, mengoordinasi dan mengawasi penyelenggaraan kegiatan perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan.
2. Sekretaris Direksi
Bertanggung jawab pada pimpinan, membuat surat-surat yang diperlukan perusahaan.
3. SPI (Satuan Pengawa Internal)
Dalam bidang pengawasan, Direktur Utama dibantu oleh Inspektorat Perusahaan atau Satuan Pengawasan Internal (SPI) yang diangkat dan diberhentikan oleh Direktur Utama setelah mendapat persetujuan dari Kepala Daerah. SPI dipimpin oleh seorang Ketua yang kedudukannya setingkat Kepala Bagian, dalam pelaksanaan tugasnya SPI bertanggung jawab kepada Direktur Utama.
4. Bagian Peralatan Teknik
a. Membuat program kerja tentang perawatan/peralatan teknik.
b. Meneliti dan menilai peralatan tehnik sesuai dengan keperluan perusahaan.
c. Membuat laporan kegiatan Bagian perawatan/Peralatan Teknik
d. Mengusulkan tentang pemeliharaan/perbaikan bangunan umum
e. Melaksanakan tugas-tugas lain yang di berikan oleh atasan.
5. Bagian Umum mempunyai tugas :
a. Mengendalikan dan menyelenggarakan kegiatan dibidang administrasi, kepegawaian/personalia serta kesekretariatan.
b. Menyelenggarakan kegiatan dibidang kerumah-tanggaan, peralatan kantor dan perundang-undangan.
c. Mengurus perbekalan material dan peralatan tehnik.
d. Mengadakan pembelian barang-barang yang diperlukan perusahaan.
e. Membuat laporan kegiatan Bagian Umum
f. Memberikan informasi kepada masyarakat yang berhubungan dengan kegiatan Perusahaan
g. Dalam melaksanakan tugasnya, bertanggung jawab kepada Direktur Umum.
6. Bagian Keuangan mempunyai tugas:
a. Mengendalikan kegiatan-kegiatan Bidang Keuangan.
b. Mengendalikan program dan pendapatan pengeluaran keuangan.
c. Merencanakan dan mengendalikan sumber-sumber pendapatan serta pembelanjaan dan kekayaan perusahaan.
d. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
e. Dalam menjalankan tugasnya bertanggung jawab kepada Direktur Umum.
7. Directur Operasi
Mengembangkan dan memelihara operasi pembuatan rencana bisnis untuk mencakup semua program requirements, labor hours, cycle, production costs, and image. persyaratan, jam kerja, siklus, biaya produksi, dan gambar.
Provides input to the development of product strategy and research and development of Memberikan masukan untuk pengembangan strategi produk dan penelitian dan pengembangan new and emerging products. baru dan produk-produk yang muncul.
Establishes production and quality control standards, develops budget and cost controls, Menetapkan pengawasan mutu produksi dan standar, mengembangkan anggaran dan kontrol biaya, and obtains data regarding types, quantities, specifications, and delivery dates of products dan memperoleh data mengenai jenis, jumlah, spesifikasi, dan tanggal pengiriman produk ordered, memerintahkan.
Provides guidance to the development of a manufacturing process plan, including Menyediakan bimbingan untuk pengembangan suatu rencana proses manufaktur, termasuk personnel requirements, material needs, subcontract requirements, facility needs, and persyaratan personil, kebutuhan material, subkontrak persyaratan, fasilitas kebutuhan, dan tooling and equipment needs. tooling dan peralatan kebutuhan.
Ensures all established costs, quality, and delivery commitments are met. Memastikan semua biaya ditetapkan, kualitas, dan komitmen pengiriman terpenuhi.
Coordinates manufacturing activities with all other functions of the organization and Kegiatan manufaktur berkoordinasi dengan semua fungsi organisasi dan
suppliers to obtain optimum production and utilization of human resources, machines, and pemasok untuk mendapatkan produksi yang optimal dan pemanfaatan sumber daya manusia, mesin, dan equipment, peralatan.
Reviews production and operating reports and directs the resolution of operational, Tinjauan produksi dan laporan operasi dan mengarahkan penyelesaian operasional,
manufacturing, and maintenance problems to ensure minimum costs and prevent manufaktur, dan masalah perawatan untuk memastikan biaya minimum dan mencegah operational delays. operasional penundaan.
Performs administrative activities associated with the effective management of shop Melakukan kegiatan administratif yang berkaitan dengan manajemen yang efektif toko operations, including compiling, storing, and retrieving production data for reports. operasi, termasuk mengumpulkan, menyimpan, dan mengambil data produksi untuk laporan.
Determines responsibilities of assigned organization and staff positions to accomplish Menentukan tanggung jawab organisasi dan staf yang ditugaskan posisi untuk mencapai business objectives. tujuan bisnis.


Deskripsi Wewenang
Wewenang dalam perusahaan ini merupakan wewenang dimana atasan melakukannya atas bawahannya langsung. Wewenang ini dimiliki oleh manager lini yang mengambil keputusan untuk mencapai organisasi secara langsung. Dalam bagan organisasi ini, weweanang lini digambarkan dari direktur utama sampai ke manajement tingkat bawah. Terdapat perbedaan yang sangat tampak pada wewenang daro organisasi ini, yaitu staff mempunyai fokus pada pemberian jasa dan nasehat kepada manager, sedangkan manager mengambil keputusan yang ditujukan untuk mencapai tujuan organisasi secara langsung.

BAB III
KESIMPULAN

Hasil analisa menunjukan bahwa PT. Wiratimur Segara dengan mengunakan Struktur Organisasi Garis Dan staff menimbulkan hubungan kepemimpinan dengan kinerja karyawan mempunyai hubungan baik dan erat dalam membentuk perilaku karyawan dalam lingkungan kerja.
Dan tipe ini membentuk kepemimpinan yang cenderung pada tipe consideration yaitu pemimpin akan mengijinkan bawahan untuk melakukan pekerjaan dengan cara yang mereka anggap baik namun tetap objektif dalam memantau hasil kerja karyawan. Dan sering memberikan umpan balik atas hasil pekerjaan yang dilakukan dapat meningkatkan kinerja karyawan, yaitu hasil kerja dengan standart kualitas perusahaan, hasil yang dicapai memenuhi target, tidak membuang banyak waktu dalam menyelesaikan pekerjaan.
Pada tipe organisasi ini pemimpin selalu memberikan perlakuan yang adil pada setiap karyawan yang dapat meningkatkan kinerja karyawan, yaitu komunikasi dapat terjalin dengan baik diantara karyawan. Manager memberikan pengarahan yang jelas mengenai pekerjaan, kerja sama antar karyawan dalam melaksanakan suatu pekerjaan sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai secara maksimal.



DAFTAR PUSTAKA
M.Manullang. 2001. Dasar-dasar Manajemen. Medan : Gadjah Mada University Press.
Amirullah, Haris Budiyono. 2004. Pengantar Manajemen. Malang : Graha Ilmu.
Jeff Madura. 2007. Pengantar Bisnis Edisi 4. Jakarta : Salemba Empat.
T. Hani Handoko. 1986. Manajemen Edisi 2. Yogyakarta : BPFE-YOGYAKARTA.
Kosasih Engkos, M. Mar.E., S.E., M.M. MANAJEMEN PERUSAHAAN PELAYARAN. JAKARTA : PT Raja Grafindo Persada

http://www.google.com

” PERANAN PENGGUNAAN REEFER CONTAINER DALAM ANGKUTAN BARANG UNTUK MENJAMIN KEUTUHAN PRODUK PADA PT.PELNI JAKARTA TAHUN 2009 “

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN TRANSPOR TRISAKTI
JAKARTA
2009 / 2010

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Perkembangan perekonomian di dunia secara global mendorong setiap negara untuk berusaha menghasilkan berbagai produk baik berupa barang dan jasa dengan kualitas yang tinggi. Sejalan dengan perkembangan tersebut setiap negara mulai memacu perkembangan dunia usahanya dengan lebih agresif dan penuh perhitungan agar dapat mengantisipasi dan mengamankan baik arus barang yang masuk ke negaranya maupun barang yang dieksport keluar dari negaranya mempunyai kualitas dan harga yang terjangkau. Globalisasi pada dasarnya merupakan terobosan dunia dalam hal perdagangan dimana batas wilayah masing – masing negara secara hukum tidak lagi mempunyai kendala – kendala, sehingga pengusaha dari suatu negara bebas memasuki suatu negara lain untuk melakukan transaksi dan perdagangan.
Untuk menerapkan keadaan globalisasi ini maka setiap kawasan bermunculan pakta – pakta ekonomi antara lain Asean Free Trade Area (AFTA), North American Free Trade Area (NAFTA). Dikawasan Amerika, Asia dan negara–negara Pasifik, ialah Asean Pasific Economic Cooperation (APEC) yang melingkupi puluhan negara dikawasan tersebut. Dengan demikian semakin mengglobal dunia dalam bidang ekonomi dan perdagangan maka mendorong timbulnya kawasan – kawasan yang telah berpacu untuk mempersiapkan diri, terutama barang dan jasa. Negara kita Indonesia yang berada dikawasan AFTA yang mempunyai kedudukan geografis yang strategis dipintu gerbang perdagangan APEC sangat dituntut untuk mempersiapkan diri baik melalui infrastruktur perdagangan seperti meratifikasi berbagai peraturan perdagangan Internasional, penciptaan iklim usaha yang kondusif serta pengkondisian sistem persaingan yang terbuka dan adil, maupun pembangunan suprastruktur industri seperti pembangunan berbagai macam pabrik, ransangan investasi baik yang bersifat PMA maupun PMDN.

Dengan adanya daerah potensial di Indonesia yang dapat menghasilkan berbagai komoditi alam maka Indonesia mempunyai potensi untuk dapat berperan sebagai pemasok komoditi – komoditi tersebut ke berbagai negara dan kawasan. Untuk itu diperlukan sarana dan prasarana transportasi yang mampu memindahkan komoditi – komoditi ini dalam jumlah yang besar sekaligus dapat menjangkau konsumen – konsumen yang membutuhkan komoditi – komoditi ini dengan aman, utuh dan segar, sarana dan prasarana transportasi yang mampu memindahkan barang dalam jumlah yang besar adalah sarana transportasi laut, baik yang bersifat konvensional, maupun yang bersifat modern. Kapal – kapal yang bersifat konvensional lebih banyak mengangkut muatan dengan kemasan biasa sedangkan kapal – kapal modern lebih banyak mengangkut muatan di dalam suatu kemasan yang cukup aman yaitu peti kemas. Peti kemas yang diangkut oleh kapal modern ini, disamping peti kemas yang memuat dry cargo, dapat juga memuat peti kemas reefer. Peti kemas dry cargo dapat mengangkut barang – barang hasil produksi seperi Elektronik, Otomotif, Garmen, Sepatu dan lain sebagainya sedangkan yang reefer cargo diarahkan untuk mengangkut hasil – hasil alam yang memiliki tingkat keawetan yang rendah sehingga mudah hancur, dan mudah membusuk, seperti ikan, udang, daging, sayur – sayuran, buah – buahan dan lain sebagainya. Semua ini akan membawa dampak kepada cara penanganan dan pengolahan khususnya untuk reefer container.Penanganannya membutuhkan alat pendukung berupa generator atau genset (Pembangkit Tenaga Listrik), sehingga barang – barang yang dimasukkan ke dalam reefer container tersebut berada pada suhu minimum agar terjamin kesegaran dan keawetannya. PT. PELNI adalah salah satu perusahaan pelayaran yang menangani masalah ini untuk antar pulau (Interinsuler) maupun yang bersifat Eksport (Ocean Going) dengan demikian akan menjadi menarik untuk dikaji dan diteliti lebih jauh tentang pengelolaan petikemas dengan alat pendingin (reefer container) agar mutu produk eksport dapat terjamin sampai ke tangan pelanggan yang membutuhkan. Bertitik tolak dari uraian di atas maka judul yang penulis pilih adalah : ”PERANAN PENGGUNAAN REEFER CONTAINER DALAM ANGKUTAN BARANG UNTUK MENJAMIN KEUTUHAN PRODUK PADA PT. PELNI JAKARTA TAHUN 2009“.



B. Perumusan Masalah

1. Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan pada latar belakang masalah maka dapat dirumuskan masalah yang akan diangkat dalam penulisan ini adalah sebagai berikut :
a) Dampak yang terjadi jika reefer container mengalami kerusakan;
b) Jumlah penggunaan reefer container pada PT. PELNI;
c) Biaya penggunaan reefer container pada PT. PELNI;
d) Jenis produk yang diangkut dengan menggunakan reefer container;
e) Jumlah produk yang diangkut dengan menggunakan reefer container.

2. Pembatasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah tersebut, maka penulis membatasi masalah hanya pada Reefer Containerized pada 10 kapal penumpang selama tahun 2009.

3. Pokok Masalah

Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan pada latar belakang masalah maka dapat dirumuskan masalah yang akan diangkat dalam penulisan ini adalah sebagai berikut :
a) Bagaimana persiapan sebelum reefer container digunakan ?
b) Bagaimana cara penggunaan reefer container pada PT. PELNI ?
c) Hambatan – hambatan apa sajakah yang dihadapi sehubungan dengan penggunaan reefer container ?
d) Bagaimana analisa peranan reefer container dalam menjamin keutuhan produk ?




C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :
a) Untuk dapat mengetahui dan sekaligus memperoleh gambaran tentang persiapan reefer container sebelum digunakan oleh PT. PELNI.
b) Untuk mengetahui cara penggunaan reefer container oleh PT. PELNI untuk menjamin keutuhan produk.
c) Untuk dapat mengetahui sejauh mana peranan antara penggunaan dan pengelolaan reefer container dengan keawetan produk.
d) Untuk dapat mengetahui hambatan – hambatan yang dihadapi oleh PT. PELNI.

2. Manfaat Penelitian
a) Bagi Penulis
Diharapkan untuk menambah wawasan dan pengetahuan serta memahami tentang peranan penggunaan reefer container dalam angkutan barang untuk menjamin keutuhan produk pada PT. PELNI . Dan juga merupakan salah satu syarat kelulusan program S1 di Sekolah Tinggi Manajemen Transpor Trisakti.
b) Bagi Perusahaan
Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk menganalisa masalah yang dihadapi PT. PELNI serta untuk mencari pemecahannya dan sebagai bahan pertimbangan dan evaluasi didalam melaksanakan kegiatan terutama reefer container agar kepuasan pelanggan dapat terpenuhi.
c) Bagi Lembaga STMT TRISAKTI
Sebagai bahan informasi tambahan yang berkaitan dengan penggunaan reefer container untuk menjamin keutuhan produk pada PT. PELNI, dan sebagai data dokumentasi pada perpustakaan.

D. Metedologi Penelitian

1. Tekhnik Pengumpulan Data
Skripsi dapat diartikan sebagai hasil akhir dari suatu penyelidikan, peninjauan interpretasi yang berakhir dengan suatu penilaian (analisis). Dalam menulis skripsi penulis melakukan pengumpulan data serta keterangan – keterangan yang dibutuhkan untuk pembahasan maka penulis mencari data – data yang nyata dalam melakukan riset.
Perlu diketahui riset disini adalah penyelidikan dari suatu disiplin ilmu untuk memperoleh fakta – fakta atau prinsip dengan sabar, hati – hati serta sistematis. Definisi ini yaitu riset merupakan suatu kegiatan pengumpulan,pengolahan,penyajian dan analisis data yang dilakukan secara sistematis dan efisien untuk memecahkan suatu persoalan. Dalam penulisan skripsi ini penulis menggunakan dua macam metode pengumpulan data yaitu :
a) Riset Perpustakaan (Library Research)
Riset Perpustakaan (Library Research) yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara membaca atau mempelajari tulisan – tulisan yang berasal dari buku – buku karangan ilmiah, diktat, majalah – majalah, catatan perkuliahan serta sumber – sumber data lainnya yang berhubungan dengan container dan reefer container.
b) Penelitian Lapangan (Field Research)
Penelitian ini diperlukan untuk memperoleh data primer yang diperlukan melalui cara-cara sebagai berikut:
1) Interview (wawancara)
Teknik pengumpulan data dengan melakukan tanya jawab guna meratifikasi secara langsung kepada pihak – pihak yang berhubungan dengan materi yang akan dibahas.
2) Observasi (pengamatan)
Teknik pengumpulan data dengan melakukan pengamatan langsung di lapangan terhadap perusahaan yang menjadi objek penelitian.
2. Teknik Analisis Data
Teknik analisis Asosiatif yang akan digunakan penulis dalam rangka penelitian ini akan dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut :
a) Analisis Regresi Linier Sederhana
Analisis ini digunakan untuk mengetahui hubungan proporsional antara variabel X (reefer container) terhadap variabel Y (Keutuhan produk) menurut (Prof. Dr. Sugiyono, 2003:237) adalah sebagai berikut :

Y = a + bX

Dimana :
X = Nilai tertentu dari variable bebas (Variable Independent), dalam hal ini adalah Reefer Container
Y = Nilai yang diukur atau dihitung pada variable tidak bebas (Variable Dependent), dalam hal ini adalah Keutuhan Produk
n = Banyaknya data
a = Konstanta
b = Koefisien regresi

Untuk menghitung nilai a dan b digunakan rumus sebagai berikut:
Analisis Koefisien Korelasi
Koefisien korelasi merupakan alat untuk mengetahui kuat tidaknya hubungan antara variable X dan variable Y. Adapun nilai koefisien korelasi (r) dapat dicari dengan rumus Prof. Dr. Sugiyono (2003 : 214) sebagai berikut
Dimana :
r = Koefisien korelasi
n = jumlah responden
X = independent variable (Reefer Container)
Y = dependent variable (Keutuhan Produk)

Dalam hal ini :
1) Jika r = 0 atau mendekati 0, maka hubungan antara kedua variabel sangat lemah atau tidak terdapat hubungan sama sekali.
2) Jika r = +1 atau mendekati 1, maka hubungan antara kedua variabel dikatakan positif dan sangat kuat.
3) Jika r = -1 atau mendekati –1, maka hubungan kedua variabel tersebut dikatakan sangat kuat namun negatif.
Besaran nilai r berada diantara -1 s/d +1 atau dapat ditulis :
r = -1< r < +1. Agar lebih jelas menginterprestasikan tingkat hubungan tersebut, maka dapat berpedoman pada ketentuan sebagaimana tertuang pada table :

Tabel
Pedoman untuk memberikan interpretasi
koefisien korelasi

Interval Korelasi Tingkat Hubungan

0,00 – 0,199 Sangat Rendah

0,20 – 0,399 Rendah

0,40 – 0,599 Sedang

0,60 – 0,799 Kuat

0,80 – 1,000 Sangat Kuat

Sumber Sugiono (2003 : 214)







E. HIPOTESIS
Pengguna reefer container dalam angkutan barang sangat diperlukan penanganan yang ekstra hati – hati agar produk utuh sampai tujuan. Karena produk yang diangkut mempunyai tingkat keawetan yang rendah apabila terjadi perubahan suhu, seperti ikan beku, buah – buahan, sayur – sayuran, daging dan lain – lain. Diduga mempunyai hubungan yang sangat kuat antara penggunaan reefer container dengan keutuhan produk yang diangkut.

F. SISTEMATIKA PENULISAN
Dalam sistematika penulisan skripsi ini, penulis membaginya dalam 5 (lima) bab. Pembagian ini dimaksudkan agar dapat mempermudah dalam memahami materi skripsi. Adapun bagian dari kelima bab tersebut yaitu sebagai berikut :
BAB I : PENDAHULUAN
Dalam hal ini diuraikan beberapa hal mengenai Latar Belakang Masalah atau Alasan Pemilihan Judul. Perumusan masalah yang meliputi Identifikasi Masalah, Pembatasan Masalah dan Pokok Masalah. Tujuan dan Manfaat Penelitian, Metodologi Penelitian, serta Sistematika Penulisan skripsi ini.
BAB II : LANDASAN TEORI
Dalam ban ini diuraikan mengenai teori-teori yang berhubungan dengan pokok bahasan skripsi yang berhubungan dengan pokok bahasan skripsi yaitu dengan Pengertian peti kemas, pengertian angkutan, pengertian muatan dan diakhiri dengan pengertian produk.
BAB III : GAMBARAN UMUM PT. PELNI
Dalam bab ini menguraikan tentang gambaran umum PT. PELNI, yang meliputi Sejarah Singkat Perusahaan, Struktur Organisasi Perusahaan, Sistim Manajemen Perusahaan serta kegiatan usaha perusahaan dengan segala Fasilitas yang dimiliki oleh perusahaan.


BAB IV : ANALISIS DAN PEMBAHASAAN
Dalam bab ini menguraikan tentang bagaimana persiapan penggunaan reefer container di PT. PELNI, hambatan – hambatan yang dihadapi dan diakhiri dengan analisa peranan reefer container dalam rangka menjamin keutuhan produk.
BAB V : PENUTUP
Merupakan bab terakhir dari keseluruhan inti skripsi berupa Kesimpulan dan saran dari hasil analisa dan pembahasan Bab IV yang dianggap perlu bagi perusahaan dimasa yang akan datang.

Senin, 01 Februari 2010

Carilah Perkara yang di atas

16Karena itu jangalah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru atau hari sabat; 17 semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus. 18 janganlah kamu biarkan kemenanganmu digagalkan oleh orang yang pura-pura merendahkan diri dan beribadah kepada malaikat, serta berkanjang pada penglihatan-penglihatan dan tanpa alasan membesar-besarkan diri oleh pikiran yang duniawi, 19 sedang ia tidak berpegang teguh kepada Kepala, dari mana seluruh tubuh, yang ditunjang dan diikat menjadi satu oleh urat-urat dan sendi-sendi, menerima pertumbuhan ilahinya.
20 Apabila kamu telah mati bersama-sama sengan Kristus dan bebas dari roh-roh dunia, mengapakah menaklukan dirimu pada rupa-rupa peraturan, seolah-olah kamu masih hidup di dunia: 21jangan kamu jamah ini, jangan kecap itu, jangan sentuh ini;22semunay itu hanya mengenai barang yang binasa oleh pemakaian dan hanya menurut perintah-perintah dan ajaran-ajaran manusia. 23 Peraturan-peraturan ini, walaupun nampaknya penuh hikmat dengan ibadah buatan sendiri, seperti merendahkan diri , menyiksa diri, tidak ada gunanya selain memuaskan hidup duniawi.
3 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan kristus, carilah perkara yang diatas, dimana Kristus ada, duduk disebel;ah kanan Allah. 2Pikirkanlah perkara yang diatas, bukan yang di bumi. 3sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi dalam Kristus di dalam Allah. 4Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menayatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.
(Kolose 2: 16-23 dan Kolose 3: 1-4)

Selasa, 19 Januari 2010

STRATEGI PENGEMBANGAN POTENSI PESISIR, LAUT DAN PULAU-PULAU KECIL KAB. ROKAN HILIR

DEVELOPMENT STRATEGY FOR MARINE, COASTAL, AND SMALL ISLANDS POTENTIALS IN THE ROKAN HILIR REGENCY

Nilai dan arti penting pesisir dan laut bagi bangsa Indonesia dapat dilihat dari dua aspek, yaitu: Pertama, secara sosial ekomomi wilayah pesisir laut memiliki arti penting karena. (a) sekitar 140 juta (60%) penduduk Indonesia hidup diwilayah pesisir (dengan pertumbuhan rata-rata 2% per tahun); sebagian besar kota, baik propinsi dan kabupaten terletak dikawasan pesisir; (c) konstribusi sektor kelautan terhadap PDB nasional sekitar 20,06% pada tahun 1998 dan (d) industri kelautan (coastal industries) menyerap lebih dari 16 juta tenaga kerja secara langsung, Kedua, secara biofisik, wilayah pesisir dan laut Indonesia memiliki arti penting karena (a) Indonesia memiliki garis pantai terpanjang didunia setelah Kanada, yaitu sekitar 81.000 km (13,9% dari panjang pantai dunia) dan (b) sekitar 75% dari wilayahnya merupakan wilayah perairan (sekitar 5,8 juta km2 termasuk ZEEI; (c) Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar didunia dengan jumlah pulau sekitar 17.508 pulau dan (d) Dalam wilayah tersebut terkandung potensi kekayaan yang keanekaragaman sumberdaya alamnya yang terdiri atas potensi sumberdaya alam pulih (renewable resources) seperti perikanan, ekosisten mangrove, ekosistem terumbu karang karang maupun potensi sumberdaya alam tidak pulih (non renewable resources) seperti migas, mineral atau bahan tambang lainnya serta jasa-jasa lingkungan (enviormental services), seperti pariwisata bahari, industri maritim dan j asa transportasi.

Pengelolaan suatu sumberdaya agar dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi kehidupan masyarakat merupakan cita-cita luhur diinginkan oleh semua kalangan yang terkait dalam pembangunan. Dalam melihat permasalahan di pesisir, laut dan pulau-pulau kecil diperlukan langkah awal dalam menginventarisasi potensi yang ada dengan berupaya menggali informasi terhadap kondisi fisik, keadaan sosial ekonomi dan potensi di wilayah tersebut. Berdasarkan hal itulah tesis yang berjudul "Strategi Pengembangan Potensi Pesisir, Lautan dan Pulau-pulau Kecil Kabupaten Rokan Hilir" dilaksanakan.


(penulis tidak mengijinkan untuk menampilkan tesis ini dalam bentuk full-text)

Deskripsi Alternatif :

The essence of coastal and marine areas for the Indonesia is seen from two aspects. Social economy of coastal is important due to the following reasons: about 140 million (60% of the population) Indonesians live along coastal region with an average population growth of 2% per year; majority of the cities are located along the coastal area; the oceaninc sector contributes about 20.06% to the Gross Domestic Product in 1998 and coastal industries absorb more than 16 million labor. In terms of bio-physics, Indonesia owns the longest coastline in the world after Canada, that is about 81,000 km (13.9% of the total coastal length of the world) and about 75% its region is territorial water region (about 5.8 million km2 inclusive of ZEEI); Indonesia is the biggest archipelagic country in the world with approximately 17,508 islands; it has abundant renewable resources such as fishery, mangrove and coral ecosystems as well as non renewable resources such as oil, gas and minerals; and it can provide potential services in maritimie tourism, industries and transportation.

Management of resource that can result in significant contribution to living standard is aspired by all the relevant agents of development. The thesis sought to identify issues in coastal and marine areas as well as small islands development by making an inventory of the physical, social and economic conditions as well as the region's potentials.



Kenapa Air Laut Itu Biru

Siapapun tahu dan kamu tidak akan menyangkal kalo air yang murni itu
tidak memiliki warna. Sama seperti kaca, Bening! Lantas mengapa air
laut berwarna biru? And...langit juga berwarna biru?
Cari ketemu cari, akhirnya SEGITIGA berhasil memperoleh data dari
fisikaasyik.com bahwa warna biru itu berasal dari cahaya matahari yang
memiliki panjang gelombang yang besar. Ketika memasuki atmosfir Bumi,
panjang gelombangnya mengecil dan memencar. Panjang gelombang yang baru
ini besarnya sama dengan panjang gelombang warna biru. Sebenarnya,
peristiwa ini tidak berbeda dengan masuknya cahaya melalui prisma.
Cahaya yang masuk bakal terbias menjadi beberapa warna utama: ungu,
nila, biru, hijau, kuning, jingga dan merah. Warna ungu memiliki
panjang-gelombang tertinggi, dan warna merah terkecil - sehingga muncul
istilah ultraungu dan inframerah.
So, bagaimana dengan air laut yang berwarna biru? Hal itu karena
pantulan gelombang warna itu. Itulah sebabnya kenapa air di bak mandi
anda kadang-kadang terlihat hijau atau biru atau putih. Cahaya matahari
sebenarnya berwarna putih. Cahaya putih itu sendiri merupakan gabungan
dari berbagai energi gelombang. Kenapa tampak kuning? Tak lain karena
terbiasnya gelombang warna biru.
Nggak percaya? Kamu bisa buktiin dengan cara berikut. Arahkan tiga buah
lampu bewarna merah, biru dan hijau pada satu layar. Gabungkan dari
kegita warna cahaya ini bakal menghasilak warna putih. Lalu coba
matikan lampu biru, maka gabungan kedua lampu lainnya - merah dan
hijau- akan menghasilkan warna kuning. Masih nggak percaya….lakukan
percobaan sendiri.



Wanita Berbaju Biru Laut


Menurut penuturan Erik, adikku, konon di Kota Pelabuhan yang selalu ramai ini muncul sosok wanita berbaju biru laut. Kata orang-orang, dikuatkan oleh ucapan adikku, wanita itu cantik bukan main. Pagi sekali ketika matahari baru saja naik setombak dia telah berdiri di pinggir dermaga sambil mengisap rokok Marlboro soft. Di kepalanya mengenakan topi merah jambu. Ia bisa betah berdiri di pinggir dermaga sampai satu jam lebih, dan menghabiskan lima batang rokok tanpa henti, susul menyusul, kata orang sich, cara merokoknya seperti kereta api, tidak dihisap ke dalam paru-paru melainkan di kulum saja dalam mulutnya kemudian disemburkan ke depan.

Biar kupastikan penuturan adik dan orang-orang itu. Ini hari Sabtu. Pagi-pagi jalan sudah basah, musim hujan bukan main kerasnya di negeri ini. Tempat kami bekerja benar-benar merasakan akibat dari derasnya hujan semalam. Halaman depan perusahaan tergenangi oleh air sampai tumit. Bukan karena penataan sanitasi yang kurang baik kecuali karena hujan yang turun semalam ibarat air bah yang tumpah dari langit, lima jam non-stop!

Aku menyusuru jalanan basah di antara kerumunan orang-orang. Rata-rata wajah orang-orang memperlihatkan perasaan basah, dingin mencucuk, badan dibalut oleh mantel tebal, cara jalan cepat saling susul bisa jadi untuk mengusir rasa dingin. Di pinggir beberapa toko, orang-orang terutama para lanjut usia duduk-duduk ,mengobrol cas-cis-cus menggunakan bahasa mereka, membaca koran buku dan majalah. Pemandangan seperti ini aku lihat sejak pertama kuinjakkan kaki di Kota Pelabuhan ini. Dermaga ramai, kabut tipis memburamkan laut lepas, hampir saja kami tidak bisa melihat beberapa kapal yang berada di lautan hingga 3 km. Aku mencari-cari, di mana kira-kira wanita berbaju biru laut itu berdiri, kata adik sich, biasanya di pinggir dermaga sebelah utara dekat kursi panjang sambil menghdapa laut.

Seorang wanita, di pinggir dermaga sebelah utara sesuai dengan penuturan adik, berdiri anggun menghadap laut dengan rokok terselip di bibirnya. Tidak jelas apa dia memakai baju biru laut atau tidak karena tubuhnya dilapisi juga dengan mantel sampai lututnya, di lehernya melingkar syal, mungkin yang aku kenali adalah topi merah jambunya, menutup atas kepalanya menantangku untuk menghampirinya. Ya, ku dekati wanita itu.

Aku berdiri di sampingnya. Tangannya memegang satu bungkus rokok, dengan lirikan mataku bisa kulihat jelas, Marlboro Soft merah. Kurogoh saku celana, mengeluarkan satu bungkus rokok, Saleem berwarna hijau muda, aroma menthol, kunyalakan, kuhirup dalam-dalam ,kusemburkan lagi keluar, asap tertiup angin. Wanita itu melirik juga akhirnya.

” Suka rokok menthol, ya?” Tanyanya , menyelidikku.

” Jarang..” Gumamku ,masih menatap laut yang terbalut kebut agak tebal. ” Ini pemberian adikku.. Kebetulan aku baru seminggu di Kota Pelabuhan ini, belum punya uang untuk membeli sebungkus rokok sekalipun!”

” Hahahaha…!” Dia tertawa, kunikmati cara tawanya. Barisan giginya rapi putih, nyaris sempurna, ” mau coba ini!” Ia manawarkan rokoknya.

” Ini memang rokok kesukaanku, ” kuambil satu batang, kusambung rokok Saleem Menthol dengan Marlboro soft merah. ” Ngomong-ngomong, sudah lama tinggal di Kota Pelabuhan ini..”

” Baru dua hari saja aku sudah betah tinggal di sini.” Ia menarik nafas dalam. ” Aku mampir saja, mungkin akan seminggu tinggal di sini, ambil cuti.”

” Orang bilang di Kota Pelabuhan ini banyak tantangannya, selain cuaca yang ganas juga persaingan..”

” Yup, nikmati saja. Aku sudah empat tahun bekerja di negeri ini. Ini kali terakhir aku bekerja. Bisa jadi. Minggu depan aku pulang kampung. Ya, beginilah dunia rantau…!” Dila melirik ke arahku. ” Kau baru seminggu?”

” Ya!”

” Huhh..bukan main dinginnya pagi ini. Biar kau kutraktir minum teh hangat, mau coba teh ginseng hangat!?” Tawarnya.

Demi mendengar tawaran bijak itu aku menggoyangkan kepala sambil sedikit mencibir, tanda setuju.

Kami berjalan berdampingan menuju kedai penjual minuman hangat. Sesuai dengan kata wanita itu, pemiliknya adalah Chou Bun, lelaki gempal dengan kepribadian menarik, tidak angkuh, mudah bergaul, tak heran jika kedai minumannya selalu dikerubuti oleh para pengunjung terutama para lanjut usia.

Dua cangkir teh ginseng hangat telah hadir di hadapan kami. Tanpa rasa sungkan dia langsung menyeruputnya. Matanya terpejam. Aku mengikuti cara dia menyeruput teh ginseng hangat , lha dalah….kira saya enak dan manis, rasanya hambar ada aroma ginseng menyengat. Wajahku berubah.

” Hahaha…..baru kali ini ya?” Teriaknya, ” ini ginseng asli, diimpor dari Korea. Bisa mengembalikan stamina tubuh…percayalah, memang demikian halnya ,kok!”

Dari percakapan yang kami lakukan, bisa ditarik kesimpulan. Wanita itu bernama Alvitonasari, bekerja di sebuah bar yang letaknya tidak jauh dari Kota Pelabuhan ini. Keyakinanku semakin bertambah ketika dia membuka mantel tebalnya, baju berwarna biru laut! Hmm memang wanita berbaju biru laut. Dan kami berbincang hingga posisi matahari tepat di atas kepala, ketika kabut telah pergi.

###

” Ke mana saja, kau ini ah!?” Tanya adikku, Erik. Kulihat nada bicaranya tinggi. Ada rasa sedih yang berusaha dia tahan, mampu kurasakan.

” Aku baru saja berbincang dengan wanita berbaju biru laut itu!” Kubuka mantel, kulemparkan ke atas kursi, kubaringkan tubuhku di atas ranjang.

Erik menghampiriku. Duduk di sebelahku. Diam bergeming tanpa kata.

” Ada apa, heyy!?” Tanyaku sambil bangkit.

Erik menatapku tajam, aku pun balas menatapnya. wajahnya memang hampir mirip denganku, bedanya terletak pada rambut saja, aku sedikit ikal dia lurus.

” Nenek meninggal dunia, Bang!” Katanya.

Aku tertegun demi mendengar itu.

” Kau telfon ayah, bang!” Katanya sambil memberikan hand-phone.

Kuhubungi ayah. Ya…dengan nada berat ayah memberitakan, nenek yang selama ini paling kusayang meninggal dunia kemarin malam. Ayah berusaha meyakinkanku agar tetap melanjutkan kerja, jangan terganggu dengan berita ini. Ya, harus apa lagi!

” Aku akan pulang dulu, kebetulan kapten Hendra memberiku izin cuti, lusa aku dan Kapten akan ke Batam!” Kata Erik. ” Kau tak perlu khawatir ,Bang. Gajian memang tiga minggu lagi, tapi..teman-teman Kapten Hendra baik-baik, kok!” Katanya sambil diakhiri dengan memegang pundakku.

Sorenya ,kembali aku ke dermaga. Wanita berbaju biru laut telah duduk di pinggir dermaga sambil menelan suasana. Mendung telah pekat, awan berat, bisa jadi hujan akan segera turun.

” Heyy..kau lagi!” Teriaknya sambil melambai.

Aku hanya mengangkat bahu.

” Lusa, adikku akan ke Batam, sekalian saja ikut dengannya!” Kata ku mengimbangi debur ombak.

” O ya?!” Teriaknya kembali , ombak menderu keras hampir menutup nada-nada rintihan. ” It s great! Okelah..aku akan menumpang pulang!”

Hujan mulai turun. Kami berlari sambil saling memegang menuju kedai minuman hangat Chou Bun. Kembali kunikmati dengan rasa sedih teh ginseng hangat Korea. meninggalnya nenek kuceritakan juga kepada wanita itu. Rupanya, dia pun ikut larut bersama kesedihanku meski ada bahagia yang tercipta di wajahnya.

Lusa, sesuai dengan rencana. Erik pulang bersama Kapten Hendra. Wanita berbaju biru laut pun ikut bersama mereka. Di geladak atas kapal Erik bersama wanita berbaju biru laut itu berdiri mengarah kepadaku, sambil melambaikan tangan. asap rokok tersembur dari mulut wanita itu. Ia terlihat sangat bahagia, akan kembali ke kampung halamannya yang sudah empat tahun ia tinggalkan.

Pinggir dermaga semakin ramai, suhu mulai naik. Aku tetap berdiri menatap laut. Malam nanti aku harus kembali bekerja , entah sampai kapan!?

Kota Pelabuhan, 2007