... Aku senang dan rela di dalam kelemahan ... oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat. - 2 Kor. 12:10
Dalam wawancara kerja, aku selalu di minta untuk menceritakan kekuatanku. Suatu hari, saat menyiapkan wawancara, aku menyadari bahwa aku lebih tepat ditanya perihal kelemahanku. Sebagai seorang Kristen, aku lebih kuat saat aku di titik terlemahku karena Kristus menguatkanku. Pada saat itu, aku lebih bersedia untuk tunduk pada kehendak-Nya daripada mengandalkan kekuatan dan pengetahuanku.
Aku telah belajar bahwa aku dapat melihat saat itu berbagai kesempatan untuk mengenali dan menghadapi kelemahanku sehingga Kristus dapat menguatkanku. Saat harga diriku rendah, aku mungkin tergoda untuk menjatuhkan orang lain supaya aku dapat menyembunyikan perasaan tak aman dalam diriku. Sebaliknya, aku dapat mengingat akan kasih Kristus, yang mengubah kerangka pikirku sehingga aku merasa aman. Jika aku merasa benci atau marah, maka daripada mengikuti kemarahanku itu, aku bisa membuka hatiku untuk cinta Kristus yang tanpa syarat, yang menggantikan kebencian dan kepahitan itu. Hal ini berlaku untuk tiap emosi yang kita alami sebagai kelemahan - termasuk kecemasan, rasa takut, frustasi.Ajaran Paulus dalam bagian ini mungkin seolah-olah bertentangan dengan intuisi - bahwa kita sangat lemah - tetapi ajaran itu benar. Kita tidak memiliki kekuatan dalam kuasa atau pengetahuan kita sendiri, tetapi ketika kita menyerahkan masalah kita kepada Kristus dan Percaya kepada-Nya, Kristus akan menguatkan kita.
Doa: Ya Tuhan Yesus, kami percaya kepada-Mu supaya Engkau dapat mengubah kelemahan kami dengan kekutan-Mu. Amin.
Doa Syafaat: Mereka yang sedang mencari pekerjaan.
Pokok Pikiran: dengan Kristus, aku menjadi sangat kuat saat aku lemah.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar